Editorial Harian Wanita – Bagaimana tanggapan Gen Z di Tim Editorial FD terhadap ‘Punya Pacar Memalukan Sekarang’?
Vogue memunculkan pertanyaan besar, apakah punya pacar sekarang terasa memalukan? Yuk lihat sudut pandang Gen Z dengan tren terbaru ini!
Dulu, memiliki pacar adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Namun di era ini, khususnya di kalangan Gen Z, status dalam suatu hubungan bisakah itu terasa normal atau sedikit memalukan? Hal itulah yang membuat diskusi menjadi menarik artikel Mode berhak ‘Apakah Punya Pacar Memalukan Sekarang?’ yang menjadi viral di media sosial. Artikel tersebut menyoroti bagaimana generasi muda kini mulai mempertanyakan makna hubungan romantis, benarkah cinta tetap harus diumumkan, atau lebih berharga jika dijalani secara sembunyi-sembunyi?
Menariknya, di tim Editorial FD sendiri, banyak generasi Z yang juga punya pandangan unik soal hubungan. Saya juga bertanya-tanya apa masuk akalnya artikel Vogue ini mengaitkan untuk mereka? Untuk mengetahui jawabannya, saya pun menanyakan beberapa pertanyaan terkait pembahasan di artikel tersebut. Jika kamu penasaran dengan jawaban mereka, kamu bisa membaca artikel ini!
Baca juga: Melalui IKEA Play, IKEA Ajak Orang Tua Ciptakan Kamar Anak yang Inspiratif
Punya pacar masih terasa sebuah prestasi atau biasa saja?
Beberapa tahun lalu, memiliki pacar sering menjadi pertimbangan tonggak pencapaian yang perlu diumumkan kepada dunia, dimulai dari memperbarui status sampai peluncuran lunak di Instagram. Namun kini suasananya sudah berubah. Banyak yang memandang hubungan sebagai masalah pribadi, bukan lagi sebuah pencapaian yang perlu diakui secara publik. Ketika saya bertanya kepada teman-teman Gen Z di tim Editorial FD, mereka setuju, Hubungan bukan tentang status, tapi tentang koneksi dan kenyamanan yang dibangun dengan seseorang.
Sekar: Menurut saya, di usia 25 tahun, perasaan punya pacar bukanlah sebuah prestasi. Mungkin bagi sebagian orang ya dan tidak apa-apa. Namun menurut saya, memiliki pasangan yang hebat yang benar-benar bisa memenuhi setiap aspek kehidupan kita mungkin hanya bisa dianggap sebuah prestasi, apalagi di situasi saat ini yang sangat sulit menemukan orang seperti itu.
Salma: Jujur saja, dari awal saya tidak pernah menyangka bahwa memiliki pacar adalah sebuah prestasi. Menurutku, orang jaman sekarang tidak menganggap itu sesuatu yang besar, karena punya pacar itu lebih penting bagian dari hidup ajabukan sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Tapi kalau mau bangga juga tidak apa-apa, tergantung masing-masing orang.
Alcha: Punya pacar bukan suatu keharusan, tapi sebuah pilihan. Karena mempunyai pacar bukanlah sebuah prestasi, melainkan sebuah keputusan untuk berbagi hidup atau bisa juga memilih untuk bersenang-senang terlebih dahulu dengan menjadi lajang.
mendung: Dari apa yang saya lihat di sekitar saya, memiliki pacar bukan lagi sebuah prestasi, melainkan sebuah cara untuk menyalurkan cinta dan merasa dicintai. Di masa dewasa, hubungan intim dan punya sistem pendukung itu sangat penting. Jadi, kalau dianggap prestasi, wajar saja. Punya pacar oke, gak punya pacar juga oke. Itu tidak mendefinisikan siapa Anda!â€
Dari perbincangan ini, terlihat jelas bahwa bagi banyak Gen Z, memiliki pacar tidak lagi dianggap sebagai validasi diri. Hubungan kini lebih dilihat sebagai ruang untuk tumbuh bersama atau bahkan memilih untuk tumbuh sendiri pun masih berlaku.
Jika Anda memiliki hubungan, Anda lebih menyukainya merahasiakannya atau memamerkannya?

Dulu couple sering dijadikan konten wajib memberi makan atau cerita Instagram, kini banyak orang yang mulai berpikir dua kali sebelum memposting foto bersama pacarnya. Entah karena ingin menjaga privasi, atau karena takut dipukul mata jahatatau sekedar merasa tidak perlu membagikannya ke publik, semuanya baik-baik saja. Di era dimana batasan antara kehidupan pribadi dan media sosial semakin tipis, cara seseorang dalam mengekspresikan hubungannya juga semakin beragam. Ketika saya menanyakan hal ini kepada tim Redaksi FD, jawabannya sangat menarik:
Sekar: Secara pribadi, saya lebih suka berbagi cerita hubungan– Aku cocok dengan porsinya. Jadi, tidak terlalu pribadikarena menurutku cerita bahagia juga harus diceritakanmembagikanTetapi untuk tidak berbagi secara berlebihan Juga.
Salma: Saya tipe seperti itu tetap pribadi Bagaimanapun. Postingan saya tentang pasangan bahkan bisa Anda hitung dengan jari Anda, padahal sudah bertahun-tahun hubungan-miliknya. Saya biasanya melakukan lebih banyak membagikan itu lingkaran dalam Hanya saja, jangan di media sosial yang banyak orangnya.
Baca juga: Sempurnakan Penampilan Anda dengan Sepatu Lokal Singapura yang Memiliki Sentuhan Abadi dan Chic!
Alcha: Saya suka menunjukkan hubungan, tetapi hanya secukupnya. Karena bagi saya, yang penting hubungan itu nyata, bukan sekedarnya memperbarui di media sosial.”
mendung: Sampai batas tertentuSaya suka memposting dan berbagi cerita kami kepada semua orang, tapi aku juga ingin merahasiakannya. Lagi sadar adil dan mempertimbangkan apa yang baik untuk dilakukanmembagikan dan apa yang mungkin tidak perlu diketahui orang lain. Tapi, sebagai Gen Z, saya punya lebih banyak akun pribadi dan itu berisi teman-teman terdekat Anda. Kalau di akun itu, saya lebih berbagi berlebihan pertanyaan hubungan.
Hal inilah yang dipikirkan oleh tim Ediorial FD kenapa banyak yang merasa lebih sejuk dan bebas ketika lajang

Siapa yang belum pernah mendengar ungkapan, ‘hidup membujang adalah kehidupan terbaik’? Sepertinya banyak orang yang memulainya baru-baru ini merangkul kehidupan lajang sebagai momen untuk fokus pada diri sendiri, mengeksplorasi hal baru, atau sekadar menikmati kebebasan tanpa harus berkompromi dengan siapapun. Bukan berarti anti hubungan, melainkan memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari memiliki pasangan. Nah, ketika saya bertanya kepada teman-teman Gen Z di tim Editorial FD tentang hal ini, ternyata banyak yang merasakan hal yang sama:
Sekar: Bisa jadi mereka yang lajang merasa punya ‘pilihan’ tanpa ada koneksi atau memikirkan orang lain dalam pilihan itu. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa komitmen membutuhkan kompromi yang besar.
Salma: Mungkin kapan lajang Kita merasa bisa melakukan apa pun sendiri tanpa bantuan pasangan. Jadi seperti kita bisa melakukan segalanya tanpa pacar! Saya juga merasa ketika belum punya pasangan, sebenarnya masih banyak hal yang bisa dieksplorasi. Namun tentu saja setiap hubungan berbeda-beda, tidak bisa disamakan juga.
Alcha: Masalahnya bagi saya adalah saat ini lagi lajang Saya tidak bergantung pada siapa pun, saya merasa paling bebas. Lebih kuat, lebih sadar akan arah, dan lebih sadar diri.
mendung: Bagi saya pribadi, ini adalah konsep bagaimana Anda akhirnya dapat menikmati dan mengenal diri Anda sepenuhnya! Terkadang hubungan bisa bersifat posesif atau memiliki aturan yang cukup mengikat, padahal belum tentu nyaman bagi kedua belah pihak. Sementara itu lajangfokusnya lebih pada diri kita sendiri, mengetahui apa yang kita inginkan, tanpa harus mempertimbangkan kepentingan ‘orang penting lainnya’. Ini seperti, kamu melakukannya kamu!
Dari semua jawaban di atas, bisa dibilang Gen Z mempunyai cara pandang yang jauh berbeda membumi tentang hubungan. Memiliki pacar bukan lagi simbol status atau prestasi besar, melainkan pilihan pribadi yang bersumber dari kenyamanan dan hubungan yang sehat. Mereka juga lebih banyak sadar Saat menampilkan hubungan di media sosial, jangan menentang postingan, tapi ketahuilah batasan antara berbagi dan menjaga privasi
Baca juga: 5 Rekomendasi Blush Muted Taeyeon SNSD yang Cocok untuk Segala Tampilan Riasan
Dan buatlah banyak, fase lajang Padahal, ini adalah waktu terbaik untuk mengenal diri sendiri dan merasakan kebebasan penuh tanpa perlu berkompromi. Nah, jika artikel Vogue menimbulkan pertanyaan ‘Apakah punya pacar memalukan?’bagi Gen Z di tim FD, jawabannya mungkin bukan soal malu atau tidak, tapi tentang bagaimana hubungan atau bahkan kesepian bisa menjadi cerminan kedewasaan dan pemahaman diri yang lebih dalam.
Gambar: Ketika. iStock
Berita Olahraga
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.