Editorial Harian Wanita – Wajib Tahu! Ini 5 Jenis Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini!
4 mins read

Editorial Harian Wanita – Wajib Tahu! Ini 5 Jenis Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini!

Jangan remehkan kanker payudara! Berikut beberapa tes yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker payudara!

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Nah, mendeteksi sejak dini menjadi salah satu kunci penting karena semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengetahui metode apa saja yang bisa digunakan untuk memeriksa payudara, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks. Belum tahu, tes apa saja yang bisa dilakukan? Simak artikel berikut ini!

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Payudara dan Meminimalkan Risiko Kanker Payudara!

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

SADARI atau yang merupakan singkatan dari “Periksa Payudara Mandiri” merupakan langkah paling dasar yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Dengan cara ini, Anda memeriksa payudara secara visual dan meraba permukaan dan bagian dalam payudara untuk mendeteksi perubahan seperti benjolan, bengkak, perubahan kulit, atau puting yang tiba-tiba berubah posisi. Meski pemeriksaan SADARI cukup mudah, murah, dan bisa dilakukan kapan saja, namun hasilnya tidak bisa menggantikan pemeriksaan klinis karena benjolan kecil atau perubahan jaringan tidak bisa dirasakan dengan tangan.

Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Klinis)

Selain pemeriksaan mandiri, pemeriksaan oleh tenaga medis juga sangat diperlukan untuk mendeteksi hal-hal yang mungkin terlewat. Pemeriksaan klinis payudara atau SADANIS dilakukan oleh dokter dengan meraba setiap bagian payudara dan ketiak, memperhatikan tekstur kulit, perubahan warna, atau benjolan yang mungkin tidak Anda sadari sendiri.

Baca juga: Wanginya Tahan Lama, Intip 4 Rekomendasi Parfum Arab yang Sedang Populer!

mamografi

skrining kanker payudara

Pernahkah Anda mendengar tentang mamografi? Ini adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mengambil gambar payudara. Tes ini sangat berguna terutama untuk mendeteksi kelainan seperti mikrokalsifikasi atau kalsifikasi kecil yang dapat menjadi tanda awal kanker, serta massa yang belum dapat dirasakan. Biasanya mammografi juga digunakan sebagai pemeriksaan rutin pada wanita dengan usia tertentu, misalnya di atas 40 tahun atau pada mereka yang berisiko.

Ultrasonografi (USG Payudara)

skrining kanker payudara

USG payudara dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jaringan payudara. USG sering kali digunakan sebagai tindakan tambahan ketika terdapat temuan abnormal pada mamografi atau jika payudara sangat padat, sehingga Anda dapat membedakan apakah benjolan tersebut berisi cairan (kista) atau jaringan padat. Pemeriksaan ini juga tidak menggunakan radiasi sehingga relatif nyaman dan dapat melihat detail secara real-time. Namun, ultrasonografi tidak tepat untuk mendeteksi mikrokalsifikasi.

Baca juga: Sampai jumpa, Sakit! Inilah suplemen dan vitamin yang membantu tubuh agar tidak mudah lelah

Biopsi Payudara

Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling pasti, karena sebagian jaringan dari area yang dicurigai akan diambil dan diperiksa di laboratorium. Melalui pemeriksaan jaringan ini, dokter bisa mengetahui apakah terdapat sel ganas seperti kanker atau tidak. Ternyata, jenis biopsi juga bermacam-macam lho.

Ada Aspirasi Jarum Halus (FNA) yang menggunakan jarum tipis untuk mengeluarkan cairan atau sel dari benjolan, Biopsi Jarum Inti menggunakan jarum berongga yang lebih besar untuk menghilangkan potongan kecil jaringan, Biopsi Stereotaktik yang bekerja dengan menggunakan petunjuk gambar mamografi untuk menargetkan area yang mencurigakan Biopsi yang dipandu USG atau MRI sehingga jarumnya juga menembus tepat ke area sasaran Biopsi Operatif/Pembedahan (Biopsi Eksisi) yang dilakukan ketika jaringan yang dicurigai diangkat melalui pembedahan untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Setelah jaringan yang dicurigai diambil, akan diperiksa menggunakan mikroskop untuk mengetahui karakter selnya, apakah normal, prakanker, atau kanker.

Nah, itulah lima jenis pemeriksaan kanker payudara yang umum digunakan. Mulai dari yang bisa dilakukan sendiri (SADARI), hingga yang sangat teknis dan canggih seperti biopsi. Intinya dan yang paling penting, jangan tunggu gejala besar dulu! Anda perlu melakukan pemeriksaan mandiri secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter jika terdapat sesuatu yang “aneh” pada payudara Anda, serta ikuti anjuran dokter apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan begitu, kita semua bisa mendeteksi kanker payudara sejak dini dan meningkatkan peluang menemukan kanker sejak dini.

Gambar: iStock





Berita Olahraga

Berita Olahraga

News

Berita Terkini

Berita Terbaru

Berita Teknologi

Seputar Teknologi

Drama Korea

Resep Masakan

Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.